Senin, 17 Oktober 2011

Sejarah Singkat Atletik di Indonesia



Awal sejarah Atletik di Indonesia tercatat pada permulaan tahun 1930-an, ketika Pemerintah Hindia Belanda memasukkan Atletik sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah. Di kalangan masyarakat pada waktu itu cabang olahraga ini belum tersebar luas, karena hanya dikenal di lingkungan pendidikan saja. Walaupun demikian, masyarakat lambat laun mengenal sifat dan manfaat Atletik ini dan dari hari ke hari penggemarnya bertambah.
Oleh kalangan Belanda telah dibentuk sebuah organisasi, yang akan menangani penyelenggaraan pertandingan-pertandingan Atletik dengan nama Nederlands Indische Athletiek Unie (NIAU).
Di Medan pada tahun 1930 - an juga telah berdiri sebuah Organisasi bernama Sumatera Athletiek Bond (SAB), yang menyelenggarakan perlombaan-perlombaan Atletik antar sekolah Mulo, HBS dan perguruan-perguruan swasta.
Perkembangan Atletik di Pulau Jawa ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi Atletik seperti ISSV Hellas dan IAC di Jakarta, PAS di Surabaya dan ABA di Surakarta.
Dalam mengikuti sejarah pertumbuhan dan perkembangan Atletik diperoleh kesimpulan bahwa Atletik Indonesia masih berumur setahun jagung. Akan tetapi berkat perananan NIAU pada zaman Belanda telah tampil bintang-bintang Atletik Indonesia yang dapat diandalkan, seperti Effendi Saleh, Tomasoa, Mochtar Saleh, M. Murbambang, Harun Al Rasyid, Mohd. Abdulah dan F.G.E. Rorimpandey.
Dengan mencapai loncatan setinggi 1,86 m, Harun Al Rasyid berhasil mencetak prestasi yang mengagumkan, sedang Nur Bambang dengan kecepatan 10.8 detik dalam lari 100 m mengukir prestasi terbaik di Indonesia.
Baik hasil yang telah dicapai oleh Harun Al Rasyid maupun hasil Nurbambang baru belasan dan puluhan tahun dapat diperbaiki oleh atlet-atlet Indonesia. Selama pendudukan Jepang kegiatan cabang olahraga Atletik praktis terhenti. Dengan terbentuknya Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) pada awal tahun 1946, bagian Atletik dalam PORI segera menghidupkan kegiatan cabang olahraga menuju perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia yang baru merdeka.
Usaha nyata dibuktikan dengan terbentuknya Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) pada tanggal 3 September 1950 di Semarang. Kegiatan pertama tercatat pada akhir tahun 1950 juga dengan mengadakan perlombaan Atletik di Bandung.
Perlombaan tersebut sekaligus dimaksudkan sebagai persiapan atlet-atlet Indonesia menghadapi Asian Games I pada tahun 1951 di New Delhi. Organisasi Induk PASI telah diterima sebagai anggota Atletik Internasional (IAAF).
Beberapa Catatan Prestasi
Seperti telah diterapkan di atas tadi, lompatan Harun Al Rasyid di zaman Belanda adalah 1.86 m. Pada PON I tahun 1948 di Solo, Sudarmajo mencapai lompatan setinggi 1.80 m, sedang pada PON II tiga tahun kemudian di Jakarta hasilnya dapat ditingkatkan menjadi 1.85 m. Bertolak dari hasil inilah peloncat tinggi asal Solo dan yang kemudian membela nama Jawa Barat ini dipersiapkan ke Asian Games I tahun 1951 di New Delhi, partisipasi pertama Indonesia di gelanggang Asia setelah memperoleh kemerdekaannya.
Menurut ketentuan, dalam loncat ujian (kualifikasi) di New Delhi harus dicapai loncatan 1.87 m, dalam hal mana 6 orang peserta dinyatakan gugur, karena tidak berhasil mencapai batas tinggi yang diharuskan itu.
Dalam babak kualifikasi ini Sudarmojo berhasil baik dan dengan demikian dapat maju ke babak finale.
Dalam Asian Games I Tim Atletik Indonesia telah berhasil 5 medali perunggu sebagai berikut :

1. Lompat Tinggi
               

Sudarmojo

2. Lompat Jangkit
               

Hendarsin

3. Lempar Lembing
               

Matulessy

4. Lempar Cakram
               

Anni Salamun

Prestasi Nurbambang 10.8 m dalam lari 100 m baru dapat diperbaiki oleh sprinter M. Sarengat pada Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta dengan catatan 10.5 detik dan dengan demikian menjadi pelari tercepat Asia.

Selanjutnya dicatat beberapa pemecahan rekor nasional pada persiapan Asian Games IV dan Ganefo tahun 1963. Untuk menghadapi Olympiade Tokyo tahun 1964 dalam Asian Tour telah dipecahkan 6 rekor nasional, hal serupa diperoleh pada waktu Asian Games V tahun 1966 di Bangkok. Akan tetapi prestasi-prestasi tersebut belum dapat menyaingi prestasi Asia.

JENJANG ORGANISASI:

Pada mulanya anggota PASI JAYA adalah Pengurus Cabang yang disngkat Pengcab PASI terdiri dari lima wilyah kota yaitu :

Pengcab PASI Jakarta Utara, Pengcab PASI Jakarta Timur, Pengcab PASI Jakarta Selatan, Pengcab PASI Jakarta Pusat dan Pengab PASI Jakarta Barat, yang notaben keberadaan Pengcab tersebut berada dibawah naungan KONI Wilayah, dan SUDIN Olarhaga. Karena keterbatasan sarana maka dari lima Cabang tersebut hanya ada dua Cabang yang bergerak aktif yaitu PASI Cabang Jakarta Pusat dan PASI Cabang Jakarta Selatan.

Sesuai dengan Kongres PASI Tahun 1973, keberadaan Pengcab PASI lima Wilayah dihapuskan dan sebagai gantinya rentang Organisasi adalah Club / Perkumpulan Atletik sebagai anggota dari PASI JAYA.

KEPENGURUSAN :

Tahun 1970 - 1973 :

Ketua Umum: Kol KKO J. Saminoe, Ketua I : Drs. Kusnan Ismukanto, Sekretaris I : K. Padmonodewo, Sekretaris II : M. Istari Cakraasmara, Bendahara I: A.L. Silooy, Bendahara II Drs. M. Yusuf Adisasmita, Komtek Woeryanto Med, Kesehatan: Dr. Soeharto, Dr. Soetisno, Peralatan K. Supriadi.

Tahun 1974 – 1978:

Sekretariat KONI PUSAT Stadion Utama Senayan Jakarta

Ketua Umum: Ir. Aditomo Tirtodipuro (April 76 Mengundurka diri), digantikan oleh Ir. Irawan Sukapraja Ketua I: Bid. Org. Drs. Kusnan Ismukanto, Ketua II Bid. Pembinaan: Woeryanto, Med. Sekretaris Umum: drs. Amir Lubis, Sekretaris I : Drs. M. Istari Cakra Asmara, Sekretaris II: Achmad Surjanto, Bendahra: Drs. M. Yusuf Adisasmita, Seksi Binpres, Bambang Wahyudi, Steve Thenu, Awang Papilaya, Seksi Pemasalan/Pendidikan: Drs. Anhar, Seksi perwasitan/Lomba: Drs. Sudarsono Seksi Kesehatan Dr. Karyanto. Peralatan Drs. Pieter Noya, Urusan lapangan: Sumantri, Supriadi.

Club Atletik Anggota PASI setelah perubahan AD & ART PASI bulan September 1975 sebagai pengganti dari Pengcab Adalah:

Club Atletik JAYAKARTA atlet, 50 pembina 9 orang, Club U.M.S atlet 90, pembina 8 orang, Club METEOR atlet 60, pembina 4 orang, Club PERKASA: Atlet 100, pembina 4 orang, Club PSKD atlet 25, pembina 2 orang, Club HERCULES atlet 20, pembina 2 orang.

Tahun 1978 – 1982:

Sekretariat Lapangan Atletik PASI JAYA Jl. Pintu VI GELORA SENAYAN Telp. 5862086

Pelindung :

Gubernur DKI Jakarta

Penasehat :

Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Kadispora, Ir. Aditomo, Ir. Irawan Sukapraja, Prof. Sutarman, Dr. Sarwoko, R.A.J. Gosal.

Pengurus:

Ketua Umum: H.M. Widarsadipradja, Ketua Harian : Drs. Kusnan Ismukanto, Kabid Org. W. Sigar. Kabid Binpres, Patmonodewo, Kabid Usaha: Drs. Martomo Adisasmita, Sekretaris Umum: Drs. M. Yusuf Adisasmita, Wasekum Drs. Ais Manuputy, Bendahara: A.S. Rijanto, Komtek Ir. Wardiman, Bambang Wahyudi, Stev Thenu, J.P. Oroh, Usman Efendi. Komisi Pertandingan : Achmad Surjanto, Komisi Peralatan Lapngan : Sumantri, Komisi Kesehatan: Dr. Tohari, Dr Frits Kakialatu, Dra. F.Aswin Hadis, Dra. Sumiarti Patmonodewo, Komisi Usaha : Srijana, A. Askandar,

Komisaris Wilayah: Jakarta Barat: Drs. M Istari Cakra Asmara, Jak-Ut Ventje Gosal, Jak-Sel: Ny. Suatini Ilyas Margio, Jak-Tim : Adi Waluyo, Jak-Pus:

Tahun 1982 – 1986:

Ketua Umum: H.M. Widarsadipradja, Ketua Harian : Drs. Kusnan Ismukanto, Kabid Org. Kabid Binpres, Patmonodewo, Kabid Usaha: Drs. Martomo Adisasmita, Sekretaris Umum: Drs. M. Yusuf Adisasmita, Wasekum Drs. Ais Manuputy, Bendahara: Drs. A.S. Rijanto, Komtek Ir. Wardiman, Bambang Wahyudi, Stev Thenu, J.P. Oroh, Usman Efendi. Komisi Pertandingan : Achmad Surjanto, Komisi Peralatan Lapngan : Sumantri, Komisi Kesehatan: Dr. Tohari, Dr Frits Kakialatu, Dra. F.Aswin Hadis, Dra. Sumiarti Patmonodewo, Komisi Usaha : Srijana, A. Askandar,

Komisaris Wilayah: Jakarta Barat: Drs. M Istari Cakra Asmara, Jak-Ut Ventje Gosal, Jak-Sel: Ny. Suatini Ilyas Margio, Jak-Tim : Adi Waluyo, Jak-Pus:

Tahun 1986 – 1990:

Tahun 1990 – 1994:

Dewan Penyantun :

Wagub Bidang Kesra, H.M. Widarsa Dipradja, Ka.Kanwil Depdikbud Dki Jakarta, H.M. Samadikun Hardjodarsono, Drs. Indra Kartasasmita,

Pengurus:

Ketua Umum : E.C.W. Neloe, Ketua Harian : Drs. Eddy Widodo, Ketua Bid Org. F.X. Widiastanto, Ketua Bid Binpres: Drs. Eddy Widodo, Wakabid Binpres: Letkol Agus Sugiri, Kabid Pembibitan&pemasalan : Drs. M. Sipahutar, Wakabid Bitsal: Drs. A.Kusaeri, Kabid Dana: Suharto Fahtori, Wakabid Dana: A.R. Koesnanto, Kabid Litbang; Woeryanto, M.Ed.Mp, Wabid Litbang: Suatini Ilyas margio, Sekretaris Umum : A. S. Rianto, Wakil Sekretaris I : Drs. Moch. Sidik, Wakil Sekretaris II: Drs. Jafet Sondak, Bendahara: Sutopo, Wakil Bendahara:

Tahun 1994 – 1998:

Dewan Penyantun :

Wagub Bidang Kesra, H.M. Widarsa Dipradja, Ka.Kanwil Depdikbud Dki Jakarta, H.M.

Pengurus:

Ketua Umum : E.C.W. Neloe, Ketua Harian : Drs. Eddy Widodo, Ketua Bid Org. Sumartoyo Martodihardjo, Ketua Bid Binpres: J.E.W. Gosal, Wakabinpres: Bambang Wahyudi, Kabid Pembibitan& Pemasalan : Drs. Moch. Sidik, Wakabid Bitsal: Drs. M. Nurharahap, Kabid Dana: Sutopo, Wakabid Dana: , Kabid Litbang; Drs. Paulus Pesurney, Wabid Litbang:, Sekretaris Umum : Drs. A.S. Rijanto, Wakil Sekretaris I : Umaryono, Bendahara: Yafet Sondak.

Komisi-Komisi :

Komisi Tehnik : Nicky Pattiasina, Errie Andreas Gerit, Sri Purwidaty, Sumiyati, Lelyana Candra Wijaya AP.Salim Abdullah. Komisi Sarana Prasarana : Drs. Rusihan Anwar, Fauzan Sunardi.

Tahun 1999 – 2003:

Ketua Umum : E.C.W. Neloe, Ketua Harian : Drs. Eddy Widodo, Ketua Bid Org. Sumartoyo Martodihardjo, Wakabid Org: Drs. Faturahman, Ketua Bid. Binpres: Bambang Wahyudi, Wakabinpres: Purnomo M. Yudi, Kabid Litbang: J.E.W. Gosal, Wakabid Litbang: Drs. A. Surjanto, , Kabid Pembibitan& Pemasalan : Drs. Moch. Sidik, Wakabid Bitsal: Drs. M. Nurharahap, Kabid Dana: , Wakabid Dana: , Sekretaris Umum : Drs. A.S. Rijanto, Wakil Sekretaris I : Umaryono, Bendahara: Yafet Sondak.

Komisi-Komisi :

Komisi Tehnik : Nicky Pattiasina, Drs. Paulus Pasurney, Dra. Sri Purwidiaty, Bambang Agustanto, Veriatiningrum. Komisi Sarana Prasarana : Harywadi Siregar, Umar Firdaus, Fauzan Sunardi, Komisi Perlombaan/Perwasitan: Nur’Aini, Mutholib, Bambang Purnomo, Lusiana Elfira Leluly.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar